Mantan pemain bulu tangkis ganda nasional Candra Wijaya getol melahirkan pemain ganda putra muda yang salah satunya melalui kejuaraan “6th Yonex-Sunrise Mens Doubles Championship 2014” di GOR Asia-Afrika, Senayan, Jakarta, 1-4 Oktober.

Keinginan peraih medali emas Olimpiade Sydney 2000 itu bukan tanpa alasan karena selama ini Indonesia dikenal dengan negara yang memiliki pasangan ganda putra terbaik di dunia dan telah mampu menyabet prestasi tertinggi termasuk di kejuaraan dunia.

“Apa yang saya lakukan ini semuanya saya dedikasikan untuk perbulutangkisan Indonesia. Kami ingin Indonesia terus mempunyai ganda putra terbaik,” kata Candra Wijaya di Jakarta, Rabu.

Pada kejuaraan yang akan digelar untuk keenam kalinya ini, kata Candra akan mempertandingkan beberapa nomor kelompok umur mulai dari U-13, U-15, U-17, U-19, dewasa dan veteran. Hal ini dilakukan demi mendapatkan pemain dari lintas generasi.

Menurut dia, selain untuk mencari bibit-bibit pasangan ganda putra baru, kejuaraan yang digelar ini juga diharapkan menjadi tonggak untuk menjadi kejuaraan yang lebih besar dan akan melibatkan pemain ganda dunia untuk datang ke Indonesia.

“Kami akan terus berusaha mengembangkan kejuaraan ini. Kami juga akan terus melakukan koordinasi dengan PP PBSI, sponsor hingga ke BWF. Yang jelas kami ingin kejuaraan ini terus berkembang,” kata juara All England saat berpasangan dengan Sigit Budiarto itu.

Indonesia selama ini dikenal dengan pemilik pasangan ganda terbaik mulai dari Christian Hadinata-Ade Chandra, Tjun Tjun-Johan Wahyudi, Eddy Hartono-Gunawan, Ricky Soebagja-Rexy Mainaky, Tony Gunawan-Halim Haryanto, Candra Wijaya-Sigit Budiarto hingga Muhammad Ahsan-Hendra Setiawan.

“Dengan kejuaraan khusus ganda putra ini kami berharap bisa mendapatkan pemain baru. Semoga kejuaraan ini juga menjadi ajang untuk mencari ilmu dan mengasah kemampuan bagi pemain muda,” kata mantan atlet kelahiran Cirebon, 16 September 1975.

Pelaksanaan kejuaraan khusus ganda putra dengan total hadiah 25 ribu dollar AS ini ternyata disambut dengan baik oleh PP PBSI selaku induk organisasi bulu tangkis Indonesia. Hal ini menunjukkan peran serta mantan atlet dalam membantu mencari bibit pemain terbaik di Indonesia sangat tinggi.

“Apa yang dilakukan Candra Wijaya layak diapresiasi. Meski sudah pensiun, dedikasinya untuk mengembangkan bulu tangkis sangat tinggi. Kami mengucapkan terima kasih atas karya Candra dalam memajukan perbulutangkisan nasional,” kata Wakil Ketua II PP PBSI, Nusron Wahid.

Editor: Fitri Supratiwi

Sumber : antaranews.com